Altarilmupengetahuan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pancasila pertemuan ke 5

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

Dosen : Wenny Ira Reverawati, S.IP., M.Hum

I. Pengertian Asal Mula Pancasila

I.I. Asal Mula Langsung

Menurut pendapat Notonegoro;

a. Kausa Materialis (Asal Mula Bahan)

Bangsa Indonesia, beserta adat istiadatnya, kebudayaannya dan nilai-nilai lain yang terdapat di dalamnya.

b. Kausa Formalis (Asal Mula Bentuk)

Rumusan-rumusan pancasila yang dikemukakan oleh; Soekarno, Yamin serta anggota siding BPUPKI, hingga secara sah bentuknya seperti terdapat dalam pembukaan UUD 1945.

c. Kausa Effisien ( Asal Mula Karya)

PPKI, yang membentuk Negara dan atas kuasa Negara mengesahkan Pancasila menjadi dasar Negara yang sah.

d. Kausa Finalis (Asal Mula Tujuan)

Para anggota BPUPKI dan panitia sembilan termasuk Soekarno-Hatta.

Founding Father sebagai kausa sambungan (yang merumuskan)

I.2. Asal Mula Tidak Langsung

* Unsr-unsur nilainya sudah tercermin dalam kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari

* Nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan bangsa Indonesia tersebut dijadikan pedoman dalam memecahkan problema kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

* Bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila

Berdasarkan kedua asal mula pancasila tersebut, maka pada hakikatnya bangsa Indonesia berpancasila dalam tiga asas (TRIPRAKARA);

1. Pancasila asas kebudayaan,unsur-unsur nilainya merupakan kebudayaan dan adat istiadat yang telah melekat dan dimiliki bangsa Indonesia

2. Pancasila asas Religius, unsure-unsur nilainya telah terdapat pada bangsa Indonesia sebagai asas-asas dalam agama

3. Pancasila asas Kenegaraan, unsur-unsur nilainya ditetapkan menjadi rumusan pancasila yang sah dan sebagai dasar filsafat Negara, oleh para Faunding Father, melalui proses yuridis formal.

Kedudukan dan Fungsi Pancasila yang pokok adalah sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia

Pandangan hidup adalah tolok ukur/ kerangka acuan yang berasal dari nilai-nilai luhur.

Tempat untuk menyalurkan atau mewujudkan pandangan hidup adalah pada masyarakat, bangsa dan Negara.

Dalam kehidupan modern, pandangan hidup memiliki hubungan reflektif dialektis, yaitu sebagai berikut,pandangan hidup masyarakat akan terefleksikan pada pandangan hidup bangsa, dan pandangan hidup bangsa akan terefleksikan pada pandangan hidup negaranya. Sebaliknya pandangan hidup suatu Negara akan merefleksikan pandangan hidup bangsa dan masyarakatnya.

Sebagai pandangan hidup pancasila mengalami transformasi sebagai berikut, sebelum dirumuskan menjadi suatu ideologi, nilai-nilai pancasila telah terdapat dan tumbuh serta dijadikan pandangan hidup pada masyarakat Indonesia, pandangan hidup tersebut akhirnya menjelma menjadi pandnagan hidup bangsa Indonesia melalui proses sejarah yang panjang, sampai akhirnya dirumuskan oleh founding father , dan ditetapkan sebagai dasar Negara.

SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA, PANCASILA MERUPAKAN KRISTALISASI NILAI-NILAI BANGSA.

SEBAGAI DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kedudukannya sebagai berikut;

a. sumber dari segala sumber hokum (sumber tertib hokum)

b. suasana kebatinan dari UUD 1945 (cita-cita hokum)

c. Mewujudkan cita-cita hokum bagi hukumdasar Negara (tertulis dan tidak tertulis)

d. Sebagai norma bagi UUD 1945, dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara

e. Sumber semangat bagi UUD 1945 dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

II. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia

Ideologi berasal dari kata Idea artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Dan Logos artinya ilmu.

Secara harfiah ideologi berarti ilmu pengertian dasar.

Secara umum ideology berarti kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan, yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidnag politk sosial, kebudayaan dan keagamaan.

Sebuah ideology Negara memiliki cirri-ciri sebagai berikut;

  1. berderajat tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan
  2. mewujudkan asas kerokhanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup, yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban (Notonegoro).

Destutt De Tracy (Perancis), berpendapat bahwa ideology adalah ‘Science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institutional dalam masyarakat Perancis.

Karl Marx, berpendapat bahwa ideology adalah pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi.

KATEGORI IDEOLOGI

Kategori yang pertama

II.1. Ideologi tertutup

Yaitu suatu system pemikiran tertutup yang ciri khasnya adalah;

  1. cita-cita satu kelompok orang dengan tujuan revolusi
  2. Isinya tidak hanya nilai-nilai tetapi juga tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, diajukan dengan mutlak.

II.2 Ideologi terbuka

Yaitu suatu system pemikiran terbuka yang ciri khasnya adalah sebagai berikut;

1. Merupakan cita-cita, dan nilai-nilai yang terdapat dalam seluruh masyarakat, dan berdasar pada hasil consensus

2. Isinya tidak operasional. Menjadi operasional bila sudah dijabarkan kedalam perangkat yang berupa konstitusi atau perundang-undangan

3. Mampu mengikuti perkembangan jaman.

Kategori ideology berikutnya adalah secara sosiologis;

II.3. Bersifat partikular

Suatu keyakinan-keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial tertentu dalam masyarakat

II.4. Bersifat komprehensif

Suatu system pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial.

Yusril Ihza Mahendra; Pancasila memiliki ciri menyeluruh, yaitu tidak berpihak pada golongan tertentu, bahkan ideology pancasila yang dikembangkan dari nilai-nilai yang ada pada realitas bangsa Indonesia itu mampu mengakomodasikan berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang sifatnya majemuk tersebut.

HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DAN IDEOLOGI

Filsafat merupakan sumber nilai-nilai, cita-cita dan norma dari ideology dan ideology merupakan suatu konsep operasionalisasi dari filasafat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam filsafat.

Transformasi filsafat menjadi sebuah ideology adalah sebagai berikut;

Filsafat yang mengandung nilai-nilai dan merupakan pandangan hidup dijadikan dasar/pedoman dalam menyelesaikan permasalahan, akhirnya filsafat dijadikan sebagai suatu keyakinan, cita-cita, dan dengan demikian filsafat telah menjadi sebuah ideology.

Makna ideology bagi bangsa dan Negara

Masyarakat membuat ideology semakin realistis, sebaliknya ideology mendorong masyarakat semakin mendekati bentuk yang ideal

Cermin cara berpikir masyarakat, bangsa dan Negara.s

Sumber motivasi dan sumber semangat

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI YANG REFORMIS, DINAMIS DAN TERBUKA.

Pancasila mengandung nilai sebagai berikut;

  1. Nilai dasar; essensi pancasila dengan kelima silanya dan bersifat universal yang mengandung cita-cita, tujuan, dan terdapat dalam pembukaan UUD 1945.
  2. Nilai instrumental; eksplisitasi, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideology Pancasila. Dalam hal ini menjadi arahan, kebijakan, strategi, sasaran, serta lembaga pelaksanaannya. Bersifat reformatif.
  3. Nilai praksis; realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa, bermasyarakat, bernegara.

Secara structural sebagai ideology terbuka, pancasila memiliki tiga dimensi;

  1. Dimensi idealistis; nilai-nilai dasarnya merupakan idealisme untuk mewujudkan tujuan/cita-cita Negara.
  2. Dimensi normative; nilai-nilai dasarnya merupakan norma tertib hukum tertinggi , dan norma yang jelas dalam pembukaan UUD 1945.
  3. Dimensi realistis; Dapat direalisasikan dan dijabarkan dalam segala aspek kehidupan nyata.

III. Perbandingan ideology Pancasila dengan paham Ideologi besar lainnya di dunia.

IDEOLOGI PANCASILA

Nilai-nilainya bersumber kepada nilai-nilai yang hidup pada bangsa Indonesia.

Mendasarkan pada hakikat, sifat kodrat manusia dan kedudukan kodratnya

Nilai ketuhanan menjadi basis/titik tolak.

Bernegara dengan paham;

  1. Persatuan; ditegaskan dalam pokok pikiran pertama UUD 1945, dan menjelma pada slogan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak terbagi-bagi dalam wilayah, bahasa, dan golongan. Mengatasi segala paham golongan dan paham perseorangan. Memiliki sifat persatuan bersama, berdasarkan kekeluargaan, tolong menolong atas dasar keadilan sosial.
  2. Kebangsaan. Bangsa merupakan persekutuan hidup yang dibentuk oleh manusia dalam suatu wilayah tertentu, dan memiliki tujuan tertentu. Menurut Muhammad Yamin, bangsa Indonesia dalam membentuk kebangsaannya mellaui tiga fase yaitu fase jaman kebangsaan Sriwijaya, Majapahit, serta fase jaman modern yang terbentuk melalui proses proklamasi 17 Agustus 1945. Hakikat bangsa bagi bangsa Indonesia adalah merupakan manifestasi kepentingan individu dan sekaligus sosial, sesuai dengan sifat kodrat manusia. Teori kebangsaan yang dianut pancasila adalah teori kemajemukan tunggal dengan unsur-unsur pembentuknya adalah kesatuan sejarah, kesatuan nasib, kebudayaan, wilayah, asas kerokhanian.
  3. Integralistik. Paham integralistik yang terkandung dalam pancasila meletakkan azas kebersamaan hidup, mendambakan keselarasan dalam hubungan antar individu maupun masyarakat. Rincian pandangannya adalah sebagai berikut;
    1. Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang integral
    2. Semua golongan bagian, bagian dan anggotanya berhubungan erat satu dengan lainnya.
    3. Semua golongan bagian, bagian dan anggotanya merupakan persatuan masyarakat yang organis.
    4. Yang terpenting dalam kehidupan bersama adalah perhimpunan bangsa seluruhnya.
    5. Negara tidak memihak kepada sesuatu golongan atau perseorangan.
    6. Negara tidak menganggap kepentingan seseorang sebagai pusat
    7. Negara tidak hanya untuk menjamin kepentingan seseorang atau golongan saja.
    8. Negara menjamin kepentingan manusia seluruhnya sebagai suatu kesatuan integral
    9. Negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Negara kebangsaan yang berketuhanan YME;

Negara religius, bukan Negara sekuler, dan juga bukan Negara atas agama tertentu.

Menjamin kebebasan beragama dan beribadah.

Mempunyai landasan moral dan kerokhanian dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hubungan Negara dan agama menurut pancasila;

  1. Negara adalah berdasar atas ketuhanan YME
  2. Warga memiliki hak asasi untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing
  3. Tidak ada tempat bagi atheisme, sekulerisme, karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan.
  4. Tidak ada tempat bagi pertentangan agama,golongan agama, antar dan inter pemeluk agama.
  5. Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama
  6. Toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dalam Negara
  7. Nilai Ketuhanan YME merupakan basis dalam segala aspek penyelenggaraan Negara
  8. Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu rakhmat Tuhan YME

Negara Kebangsaan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab

Negara yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan YMe, dan menjamin serta melindungi hak-hak asasi manusia yang menjadi warganya.

Negara kebangsaan yang berkerakyatan

Negara yang berdasarkan kepada demokrasi. Demokrasi mondualis, yaitu demokrasi yang mengembangkan demokrasi kebersamaan, berdasarkan asas kekeluargaan, kebebasan individu diletakkan dalam rangka tujuan atas kesejahteraan bersama.

Negara kebangsaan yang berkeadilan sosial

Meujudkan dan menjamin keadilan bagi warga masyarakatnya yang meliputi keadilan distributive, komutatif dan legal.

Konsekuensinya Negara haruslah berdasarkan atas hukum dan mengakui serta melindungi hak-hak asasi manusia dalam konstitusinya.

November 16, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: