Altarilmupengetahuan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pancasila pertemuan ke 4

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Dosen : Wenny Ira Reverawati, S.IP., M.Hum

Berfilsafat secara mudah dapat dipahami sebagai ; bagaimanakah seseorang / individu memandang serta memahami kehidupan dan dunianya,

Contoh ; Gery berpandangan bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah kenikmatan, kesenangan, dan kepuasan lahiriah, maka Gery disebut memiliki pandangan dan paham hedonisme dalam hidupnya.

SECARA ETIMOLOGIS

Filsafat berasal dari bahasa Yunani;

Philein –à Cinta

Sophos à Hikmah/ kebijaksanaan

Secara harfiah à filsafat artinya cinta kebijaksanaan.

Cakupan bidang bahasan filsafat;à tentang manusia, tentang alam, tentang pengetahuan, tentang etika, tentang logika, dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka terdapatlah bidang-bidang filsafat yang berkaitan dengan bidang-bidang ilmu; filsafat politik, filsafat hokum, dan bidang-bidang ilmu lainnya.

FILSAFAT DIKELOMPOKKAN SEBAGAI BERIKUT :

I. SEBAGAI PRODUK

  1. sebagai jenis pengetahuan, konsep, pemikiran-pemikiran dari para filsuf, ilmu. à lebih kepada aliran dalam filsafat. Contohnya, rasionalisme, materialisme.
  2. Sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia. Sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan yang bersumber pada akal manusia.

II. SEBAGAI SUATU PROSES

Berfilsafat artinya à suatu AKTIVITAS berfilsafat, dalam PROSES pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu CARA dan METODE tertentu yang sesuai dengan objeknya. à dalam hal ini filsafat menjadi suatu system pengetahuan yang bersifat dinamis.

CABANG-CABANG FILSAFAT YANG POKOK;

  1. Metafisika à membahas tentang hal-hal yang bereksistensi dibalik fisis.. misalnya , Ontologi, kosmologi, antropologi.
  2. Epistemologi à membahas tentang persoalan hakikat pengetahuan.
  3. Metodologi à membahas tentang persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan.
  4. Logika à membahas tentang persoalan filsafat berpikir, rumus-rumus dan dalil-dalil berfikir yang benar
  5. Etika à Membahas tentang moralitas
  6. Estetika à Membahas tentang persoalan hakikat keindahan.

Dari cabang-cabang ini kemudian muncul aliran-aliran dalam filsafat.

RUMUSAN KESATUAN SILA-SILA PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM

Sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Sistem memiliki cirri-ciri sebagai berikut;

1. Suatu kesatuan bagian-bagian

2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri

3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan

4. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu

5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks

PANCASILA

 

Bagian-bagiannya

 

 

Sila 1 sila 2 sila 3 sila 4 Sila 5

 

Bagian- bagian yang mutlak

 

Memiliki asas (asas peradaban) sendiri-sendiri dan fungsi sendiri- sendiri.

HAKIKAT MANUSIA MONOPLURALIS

Memiliki unsur-unsur :

-         susunan kodrat’ yaitu jasmani dan rohani

-         sifat kodrat’ yaitu sebagai individu dan makhluk sosial

-         kedudukan kodrat’ yaitu sebagai pribadi berdiri sendiri dan sekaligus sebagai makhluk Tuhan Yang maha Esa.

Suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis

Menjelma pada Pancasila

II. SUSUNAN PANCASILA YANG BERSIFAT HIERARKHIS DAN BERBENTUK PIRAMIDAL

Menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila pancasila dalam urutan-urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal isi sifatnya (kwalitas).

Sila Ketuhanan YME menjadi basis dari sila-sila yang berikutnya.

Ketuhanan YME adalah ketuhanan yang berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan serta berkeadilan sosial, sehingga di dalam setiap sila senantiasa terkandung sila-sila lainnya.

Secara ontologis hakikat sila-sila Pancasila mendasarkan pada landasan sila-sila Pancasila yaitu : Tuhan, Manusia, satu, Rakyat, dan adil.

Kaitannya dengan Negara sebagai dasar filsafat Negara; sifat-sifat dan keadaan Negara harus sesuai dengan hakikat sila-sila pancasila secara ontologis tersebut diatas. Dapat diuraikan sebagai berikut;

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN YME (SILA I & II)

(Sebagai sebab)

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN YME (SILA I & II) (Sebagai sebab)

Membentuk persatuan mendirikan negara dan persatuan manusia dalam suatu wilayah disebut rakyat (hakikat sila III dan IV)

Ingin mewujudkan suatu tujuan bersama yaitu suatu keadilan dalam suatu persekutuan hidup masyarakat Negara ( Hakikat sila V)

Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: